Total Tayangan Halaman

Sebab Allah Sudah Membuktikan Kasih-Nya Kepada Kita Maka Hendaknya Kita Mengasihi Allah Lebih Dari Segala Hal

Pada suatu ketika kebaktian di hari Minggu di suatu gereja, aku takjub dan kagum pada seorang bayi putih mulus yang belum ternoda yang berada persis tepat di kursi barisan hadapan depanku. Bayi (Balita) putih mungil yang lucu ini seketika melongok dari balik pundak ibunya, sorot matanya yang berbinar mengisyaratkan rasa penuh keingintahuan. Sesekali ia memandangi sekelilingnya (orang-orang yang sedang khusuk beribadah kepada Pencipta-Nya). Sambil melihat sekitar bayi ini menggigit-gigit jari jemarinya yang gemuk, mengiler (mengences), dan tersenyum kepada semua orang yang dilihatnya.


Karena begitu senangnya saya memandangi bayi ini khotbah sang pendeta pun tak lagi saya dengar dan perhatikan. Mata saya berulang kali hanya memperhatikan gerak-gerik lucu dari bayi (balita) imut ini. Seperti ilustrasi keadaan di atas, seperti itulah yang terjadi dalam kehidupan kita ini. Pengalihan perhatian bisa datang dalam berbagai cara bentuk mapun ukuran yang tak terkira. Sesuatu yang seharusnya kita anggap amat penting seperti misalnya mengisi rohani kita dengan mendengarkan khotbah/ceramah Pendeta, namun justru kita mengabaikannya karena lantaran asyik melihat tingkah lucu sang bayi. Dalam alkitab Perjanjian Baru juga terjadi seperti ilustrasi diatas, bagaimana Marta saudara dari Maria lebih memilih asyik menyibukkan diri untuk memasak, menyapu dan membersihkan rumah, serta menghidangkan jamuan untuk Tuhan Jesus.



Memang sikap Marta benar bila kita pandang dari menjamu seseorang, namun bila kita lihat secara seksama bahwa dalam kitab Injil Lukas pasal ke 10 ayat 38 sampai dengan ayat ke 42. Diceritakan bahwa Marta tidak menghiraukan apa yang tengah dibicarakan oleh Tuhan Jesus. Seolah-olah Marta hanya perlu dan ingin melayani Tuhan Jesus dari segi menghidangkan makanan (memasak). Berbeda dengan Maria saudara dari Marta ini, Maria memilih untuk duduk di dekat Tuhan Jesus dan memperhatikan apa yang tengah dibicarakan oleh Tuhan Jesus (mengenai hal ini lihat dan baca Kitab Injil Lukas pasal ke sepuluh ayatnya yang ke 39).


Marta yang melihat Maria hanya duduk diam di dekat Jesus kemudian menggerutu lantaran Maria ini tak mau membantu Marta dalam menghidangkan sajian masakan. Tuhan Jesus yang melihat Marta Menggerutu kemudian tak tinggal diam, Lantas Tuhan Jesus pun berkata kepada Marta, sebab Maria telah memilih hal yang terbaik. Apabila kita memperhatikan perkataan Tuhan Jesus ini kita diingatkan bahwa hubungan kita dengan Tuhan jauh lebih penting dari segala hal apapun juga.

Hubungan kita dengan Tuhan ini jauh lebih teramat penting dari semua hal baik yang dapat membuat perhatian kita terpikat untuk sementara waktu. Beberapa orang ada yang mengatakan dan beranggapan bahwa sesuatu yang baik itu adalah menjadi penghalang, bagi suatu hal yang terbaik. Namun ketahuilah dan yakinilah bahwa bagi pengikut Tuhan Jesus Kristus sesuatu yang terbaik dalam hidup ini ialah dapat mengenal Tuhan Jesus & Segala Kebenaran-Nya serta berjalan bersama-Nya dalam ketetapan-Nya.


Ketika tengah asyik melihat seorang balita (bayi) di kebaktian sebuah Gereja saya pun jadi teringat dengan masa kecil saya dahulu, ketika menjadi seorang anak. Dimana salah satu kenangan yang paling indah semasa kecil saya, yang pernah saya alami adalah rutinitas tiap pagi hari ketika bangun tidur. Rutinitas tiap pagi tersebut adalah dimana orang tua saya terutama ayah saya masuk ke kamar tidurku dan memanggil namaku dengan penuh kelembutan kasih sayang. Dengan perlahan ayahku pun kemudian membangunkanku dan mengingatkan bahwa pagi sudah datang segera beraktifitas dan jangan lupa sarapan.

Sekarang waktu telah berganti dan kini aku beranjak dewasa dan menjadi seorang ayah atas anak-anaku. Rutinitas yang tempo dulu dilakukan oleh ayahku kini aku pun melakukannya terhadap semua anak-anakku. Aku pun teringat pada sebuah cerita dalam Alkitab Kita Kejadian, bahwa Abraham rela mempersembahkan anaknya (bernama Ishak). Pagi pagi buta Abraham sudah bangun dari tidurnya kemudian ia pergi ke tempat Ishak dan membangunkannya. Sontak hal ini pun mengingatkanku pada kejadian ketika aku membangunkan anakku di pagi hari.

Tentunya hari itu pada waktu Abraham hendak menepati Janjinya kepada Allah dimana akan mempersembahkan anaknya (Ishak) pastilah rasa bergejolak timbul dalam hati Abraham kala itu. Pastilah di pagi itu hati Abraham sedih bercampur aduk dengan cemas dan kecewa anaknya yang sudah dinantikannya sejak lama harus dipersembahkan untuk Tuhan Allah. Namun demi menepati perintah Tuhan Allah ia pun rela membangunkan anaknya dan akan mempersembahkannya.
Setelah Ishak bangun kemudian ia dan ayahnya (Abraham) berjalan pergi ke suatu tempat dimana ia akan dipersembahkan. Begitu kuatnya hati Abraham sebagai seorang Bapak, jalan bersama dengan anaknya yang dikasihi satu-satunya ini, yang mana ia harus kuat berjalan dan menunjukkan bahwa hari itu adalah perpisahan terakhirnya dengan anaknya tersebut. Lalu Ishak pun kemudian diletakkan di sebuah mezbah Tuhan, Namun ketika Ishak sudah siap dipersembahkan, kemudian perlahan Abraham perlahan mendengar perkataan Tuhan Allah bahwa Tuhan Allah sudah melihat hati dan kesungguhan Abraham menepati perintah-Nya. Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada Abraham bapak dari Ishak ini, ambillah domba yang didekatmu itu dan gantikan posisi Ishak dengan domba tersebut. Lalu Abraham pun bergegas menggantikan anaknya (Ishak) ini dengan seekor domba sama seperti yang diperintahkan oleh Tuhan.


Setelah cerita pembersahan Abraham ini berlalu kemudian beratus ratus tahun selanjutnya, Tuhan Allah Bapa telah menyediakan korban keselamatan yang lain, yakni anak-Nya yang tunggal sendiri yaitu Kristus Jesus. Tuhan Allah sendiri melakukan ini karena lantaran ia mengasihi kita sebagai anak-anak-Nya. Jadi jangan pernah lagi terbersit dalam pikiran kita untuk bertanya-tanya apakah benar kita dikasihi oleh Tuhan Allah? Sedikit pun kita tak boleh ragu akan Kasih Tuhan kepada kita. Sebab sudah barang tentu kita yang disebut sebagai anakNya ini dikasihi dan dipelihara olehNya. Oleh sebab itu kita harus selalu bersyukur senantiasa atas Kasih Allah yang sudah diberikan kepada kita sepanjang hari dan sepanjang hidup kita.

Milikilah Semangat Berkobar-kobar yang Menyala Untuk Tuhan

Seruan Tuhan Allah Bapa di zaman Yoel bisa kita lihat di dalam kitab Perjanjian Lama Yoel pasal 3 ayat yang ke 9 maklumkanlah............bersiaplah untuk peperangan.....suruhlah......tampil dan maju (selengkapnya baca kitab yoel). Seruan untuk di zaman Yoel ini juga berlaku bagi kita manusia Umat Tuhan yang dikasihi-Nya yang hidup pada akhir zaman ini. Tuhan Allah mengkehendaki bila kita harus menjadi Jemaat yang tangguh dan kuat bermental bak seorang pahlawan, dan bukan sebaliknya menjadi jemaat yang rapuh, lemah imannya dan mudah untuk putus asa serta tak boleh juga egois mementingkan diri sendiri, sebab perlu diketahui bahwa masa ini adalah masa penuaian.


Tuhan berfirman kepada Umat-Nya (baca kitab Yoel pasal 3 ayat 13 samapi ke 14). Bahwa disebutkan dalam kitab tersebut bila kita harus siap menghadapi masa penentuan (penuaian). Kita harus menggunakan dan mengandalkan Tuhan dalam kesempatan yang masih ada ini sebaik mungkin untuk bekerja di ladang-nya.


Sebagaimana yang telah Tuhan pesankan sebelum ia naik ke Surga, yakni kita akan menerima kuasa-Nya apabila Roh Kudus turun dan menaungi kita (baca kita Perjanjian Baru Kisah Rasul pasal 1 ayat ke delapan). Bagaiamana kita dapat bersaksi dan memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan, sedangkan kehidupan rohani kita lemah, mudah stres/frustasi, dan terus menerus dalam kekalahan? Sekaranglah saatnya bagi kita untuk bangkit dan mengkoreksi diri agar kita benar-benar dapat berperan secara efektif di masa-masa akhir ini sebagai saksi Kristus Jesus. Oleh karena itu “marilah kita hendaknya menanggalakn semua dosa dan tekun dalam perlombaan (baca kitab Ibrani pasal ke 12 ayat 12a).


Kita harus memiliki mental yang kuat untuk menduduki sebuah negeri yakni mental sebagai prajurit Kristus Jesus. Dengan memiliki mental seperti ini kita senantiasa akan mendapat hidup berkemenangan di dalam Tuhan Allah setiap hari, hingga semangat untuk melayani Tuhan yang mana semangat tersebut terus menyala dan tak pernah akan padam serta berkobar untuk selamanya.

Adalah hal yang sangat penting bagi kita untuk senantiasa mau mengkonsumsi makanan yang keras dari Firman Tuhan setiap hari. Hal ini dikarenakan sebab kita bukanlah seorang bayi, dan harus terus bertumbuh setiap hari agar dewasa secara rohani, dengan memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan Allah.


Oleh karena itu saudaraku kekasih yang seiman, teruslah lakukan perbuatan baik bagi Tuhan dan jangan pernah menunda-nunda lagi. Bahan bacaan untuk renungan : Kitab Yoel pasal 3 ayat 9

MILIKILAH PENGHARAPAN SEKALIPUN DALAM RATAPAN

Apabila kita memperhatikan kehidupan ini secara umum/global yang tengah terjadi di negeri kita tercinta ini, mungkin sebagian dari kita akan mengalami pesimis, dan hilang harapan. Mungkinkah segelintir dari orang-orang ada di negeri ini mampu bertindak benar, jujur dan adil. Atau timbul juga pertanyaan dalam diri kita mampukah orang-orang yang benar dan jujur di negeri ini mampu mengatasi mereka orang-orang yang sudah dirasuki oleh roh ketamakan, keegoisan dan roh-roh duniawi yang lain yang telah membaurkan nilai-nilai luhur yang ada?


Lihatlah apa yang telah terjadi di negeri ini!! sesuatu yang keliru, secara moral salah, namun ketika dilakukan secara massa (beramai-ramai) bisa dianggap benar. Dan sebaliknya justru yang seharusnya benar secara moral namun malah dianggap aneh. Di tengah situasi dan keadaan yang seperti sekarang ini kita biasanya amat merindukan terjadinya miracle (keajaiban) atau muzijat dahsyat yang datang. Dalam situasi yang terdesak sebagian dari kita bahkan mau untuk melakukan hal apapun, sekalipun itu dosa atau salah. Di saat keadaan darurat atau terjepit segala kemungkinan bisa saja kita lakukan, sekalipun itu mengaburkan nilai-nilai integritas atau panggilan iman yang kita percayai dan Imani.

Bukan hal yang tak mungkin terjadi apabila sebagian dari kita alergi terhadap hal-hal rohani. Saat di bawah ancaman, tekanan, dan di tengah keadaan sulit, sering kali kita justru mau untuk melakukan segala cara, sekalipun itu menghujat Tuhan sekalipun. Bahkan saat dalam keadaan kebingungan, penderitaan, kekecewaan (patah hati), sering kita mengingkari iman kita dan tak luput kita juga sering melakukan kebohongan. Saudaraku kekasih yang seiman, ingatlah Tuhan lebih dari apapun di dunia ini. Orang yang hidupnya tanpa pengharapan sejatinya ia sudah tak memiliki gairah hidup dan tak memiliki tujuan hidup. Bahkan orang yang seperti ini hidup dalam kehampaan, dan melihat hidup hanyalah sebagai beban. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan sebagai umat Kristen yang baik?


Menggantikan Ketakutan Dengan Iman


Dalam pemberitaan yang tertulis dalam kitab perjanjian lama Yeremia pasal ke 33 ayat ke 14 sampai 16, ditegaskan bahwa dalam kitab tersebut bahwa Tuhan pastilah menepati semua Janji-Janji-Nya. Apa sajakah janji-janji Tuhan tersebut yang hendak ditepati oleh-Nya? Lalu pemulihan yang seperti apa yang hendak dilakukan oleh Tuhan Allah?

- Menumbuhkan tunas keadilan bagi Daud, kepemimpinan bangsa Yehuda yang selama ini sangat jauh dari prinsip-prinsip keadilan akan segera dipulihakan oleh Tuhan Allah. Dan hal ini akan terjadi pada keturunan raja Daud (David).
- Melaksanakan kebenaran dan menegakkan keadilan di negeri Yehuda; apa yang dirindukan oleh rakyat selama ini yaitu kebenaran dan keadilan akan dilaksanakan oleh Tuhan Allah sendiri melalui pemimpin yang ditumbuhkan-Nya.
- Membebaskan Yehuda;pembebasan dari segala penindasan para penguasa yang lalim, dan dari penindasan bangsa lain serta keterpurukan.
- Memberikan kehidupan yang tenteram bagi Yerusalem;tidak ada lagi ancaman, intimidasi, kehawatiran, keputusasaan, dan kegelisahan,;sebaliknya yang akan diberikan ialah rasa aman, rasa nyaman, rasa damai serta feel at home.

Atas dasar itulah kemudian kaum Israel dan Yehuda akan dipanggil sebagai “Tuhan keadilan kita”. Firman Tuhan ini menyemangati kita kembali, bahwa seburuk dan separah apapun kondisi kita dan situasi kita saat ini, Tuhan pastilah mampu berkarya, Dia mampu memulihkan-Nya, dan itulah pengharapan kita. Dan kita sebagai umat-Nya sudah pasti percaya bahwa Tuhan akan menepati semua Janji-Nya itu.


Pengharapan bagi umat Kristen adalah pengharapan yang diletakkan kepada Tuhan, bahkan sekalipun segala sesuatunya sudah nampak mustahil bagi manusia. Sebab itu sebagai umat-Nya, pengharapan kita hanya kita letakkan pada Tuhan Allah saja. Segala sesuatu yang kita miliki saat ini, tidak dapat menjanjikan kedamaian dan ketentraman bagi kita, bahkan sering kali pekerjaan atau jabatan itu menjadi masalah ketika kita menyalahgunakannya.


Bisa saja di tempat kita bekerja atau berkarya baik itu di institusi pemerintahan atau juga institusi swasta, termasuk institusi penegak hukum, atau juga institusi pendidikan, menjadi sumber ketidakadilan dan ketidakbenaran. Demikian juga dengan uang, kekuasaan dan ketenaran, tidak dapat menjanjikan sesuatu yang pasti bagi kita.


Meskipun awan badai mungkin berkumpul meskipun hujan mungkin mengguyur kita, pengetahuan kita tentang Injil dan kasih kita bagi Bapa Surgawi dan Juruselamat kita akan menghibur dan mendukung kita serta mendatangkan sukacita dalam hati kita sewaktu kita berjalan dengan benar menaati perintah-perintah. Tidak akan ada apapun di dunia ini yang dapat mengalahkan kita, Sebab Tuhan Allah, Tuhan Jesus Kristus, serta Roh Kudus senantiasa ada bersama kita. Amin.