Orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Jesus ini, setelah mengenal bahwa Jesus adalah Mesias sang Anak Manusia, segeralah orang buta ini sujud menyembah kepada-Nya. Dia bahkan menjadi percaya dan mengikut Jesus. Dia yang sedari lahir buta, namun memiliki mata rohani yang peka yang mampu melihat karya karya ajaib Tuhan Jesus. Ketahuilah bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam nama Jesus Kristus ini bukan hanya mampu menyembuhkan mata orang buta, bukan hanya dapat membangkitkan orang lumpuh, bahkan lebih daripada itu, Ia juga mampu untuk menyembuhkan hati seseorang. Hati yang sekarang melihat dan percaya bahwa Jesus adalah Sang Mesias. Mereka tidak tahu bila Sang Mesias ini datang untuk memanggil domba – domba Israel. Sang Mesias datang bukan untuk menghakimi mereka yang berdosa. Di dalam kedatangan-Nya ini, Dia datang untuk memanggil orang – orang berdosa. Kita harus menyadari bila sebagai manusia biasa, kita memerlukan Sang Juruselamat. Dan bila cermati Injil Yohanes ini, di bagian akhir pasal yang ke 9 ini, ada sesuatu ironi yang terjadi, yang menarik untuk kita telaah. Bahwa Jesus datang untuk memberikan penglihatan bagi orang buta secara fisik. Namun di lain hal, Tuhan Jesus juga datang membuat buta orang yang merasa benar melihat (merasa benar).
Orang – orang buta ini sering kali dianggap sebagai orang berdosa. Namun, orang – orang ini sadar betapa besar dosa mereka dan betapa besar mereka memerlukan Kristus Jesus. Akan tetapi, beda halnya dengan orang – orang yang mampu melihat, atau merasa melihat. Orang – Orang yang semacam ini (yang merasa melihat) merupakan orang yang buta secara rohani, kerohaniannya kering, hanyalah sebatas rutinitas aktivitas bergereja semata. Mereka tidak sadar bahwa dengan keadaan rohani seperti ini, sebenarnya mereka buta dan terkurung di dalam dosa.
Dengan demikian apa yang telah menjadi pelajaran berharga bagi kita?
1. Kebenaran dan Karya Allah yang ajaib telah dinyatakan melalui orang buta itu. Karenanya si buta itu percaya bahwa ia telah mengalami sesuatu yang dahsyat yang terjadi didalam hidupnya. Hanya orang – orang yang menyadari kebutaannya, yang dapat melihat kebenaran. Hanya orang – orang yang menyadari kelemahannya sendiri yang akan menjadi kuat. Hanyalah orang – orang yang menyadari akan dosa – dosanya bisa mendapat pengampunan dari Tuhan.
2. orang yang buta secara rohani akan menjalani kehidupannya berdasarkan rasa takut pada Manusia. Sementara orang yang melek secara rohani akan menjalani kehidupannya pada takut akan Tuhan. Awalnya pengemis itu buta secara rohani akan tetapi, ketika ia membuka hati di hadapan Tuhan Jesus kini mata dan hatinya kemudian dibukakan oleh Tuhan. Mengapa karena ia mau mendengarkan firman Tuhan, ia mempercayainya, ia taat dan pada akhirnya ia mengalami kasih karunia Allah. Sangat berbeda dengan orang – orang farisi, secara jasmani mereka dapat melihat, akan tetapi mereka buta secara rohani, mereka melihat penyembuhan itu dengan antipati. Orang – Orang farisi yang telah melihat kebesaran Tuhan Jesus bahwa bisa menyembuhkan kebutaan ini, seakan orang farisi tersebut tak mau menerima. Justru mereka mencari celah, dan mencari kesalahan Tuhan Jesus. Adapun proses penyembuhan ini dilakukan oleh Tuhan Jesus di hari Sabat. Yang mana orang farisi ini dikenal taat pada hari Sabat. Ketika hari Sabat tiba, maka semua umat dilarang untuk bekerja. Dan proses penyembuhan kebutaan ini dilakukan oleh Tuhan Jesus dengan cara meludah di tanah dan kemudian mengaduk – aduknnya, lalu adukan tadi di olesi kemata si buta. Proses semacam inilah yang dimaksud oleh orang farisi dalam kategori bekerja. Orang farisi ini adalah cerminan orang yang buta secara rohani. Bagaimana tidak, mereka tak mau melihat karya ajaib Tuhan. Hanya karena proses penyembuhan dilakukan di hari Sabat, membuat orang farisi tersebut menjadi buta secara mata rohani.

Renungan Hari Ini : Oleh karena itu, marilah kita saudara saudara seiman, tetap terus menjaga mata rohani kita. Janganlah kita buta secara mata rohani sehingga tak dapat mampu melihat karya karya ajaib dari Tuhan Jesus.
Demikianlah Renungan Harian Kristiani mengenai hal Buta Namun Melihat yang dapat kami bagi kali ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengakses situs blog ini. Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian ke blog ini. Apabila artikel yang kami buat berjudul Buta Namun Melihat dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Terima Kasih, Kiranya Kasih dan Damai Tuhan Allah Bapa, Tuhan Jesus Kristus, serta Roh Kudus kiranya selalu menyertai kita semua. Gbu.

