Alhasil dengan tekad yang dimiliki olehnya, ia pun
berhasil membangun sebuah penginapan (pondok). Hanya dengan bermodalkan batang
kayu bekas, dan juga pohon milikinya sendiri ia mampu mendirikan sebuah
bangunan (penginapan). Kini bangunan – bangunan tersebut diajdikannya sebagai
resort (villa). Dimana villa tersebut dinamakan olehnya Monang Village. Selain
disewakan vila tersebut juga merupakan tempat berkumpulnya para anggota
keluarganya kala natal tiba dan juga pergantian tahun (malam tahun baru).
Di kitab Perjanjian Baru, Rasul Paulus menyampaikan pada
jemaat di Efesus, bahwa Tuhan Jesus mendirikan sebuah bangunan baru untuk
menyatukan orang percaya, baik orang tersebut yang berasal dari Yahudi maupun
non Yahudi. Rasul Paulus juga menyampaikan bahwa bagaimana cara cara Tuhan
Jesus mendirikan bangunan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dalam surat Rasul
Paulus yang tertera di Kitab Efesus Pasal 2 ayatnya yang ke 13, yang berbunyi
demikian : “sekarang di dalam KristusYesus kamu, yang dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.
Mengenai hal pekerjaan pembangunan ini, masih tetap terus
berlangsung sampai dengan sekarang. Tuhan Allah telah mengangkat kehidupan kita
yang terpuruk di masa lalu, kemudian dengan ke Ahlian – Nya, Ia memadukan kita
dengan orang yang terpuruk lainnya dan juga telah diselamatkan oleh Darah Tuhan
Jesus Kristus. Maka dari itu kita yang sudah diselamatkan harus bisa mengikis
segala sifat dan perlakuan buruk kita, serta juga mengerjakan segala sesuatu pekerjaan dengan penuh sukacita.
Renungan Hari Ini : Melihat analogi tentang kayu bekas
diatas, kita bisa mengetahui bahwa kayu bekas tersebut, ada fungsi dan kegunaan
bila dipersatukan, sehingga menjadi sebuah bangunan yang layak tinggal dan di
tempati. Demikian juga halnya dengan kita umat Kristiani. Tuhan Allah
mempersatukan kita, sebagai manusia beragama kristen yang mengaku dan percaya
kepada Jesus Kristus. Tak peduli bagaimana masa lalumu. Seperti halnya kayu
bekas tadi, sesuatu yang dipandang tidak berguna, namun bila disatukan akan
menjadi bangunan indah. Kita Umat Kristen dipersatukan dalam suatu Jemaat
dimana pun kita berkumpul dan beribadah. Oleh sebab itu, kita harus mengikis
segala perlakuan buruk dan keinginan daging kita, demi memancarkan pribadi,
citra, dan karakteristik sebagai Anak Terang.
Apabila artikel yang kami buat berjudul Tentang Jemaat (analogi dengan kayu bekas yang dikumpulkan untuk mendirikan sebuah bangunan baru), dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Agar semua orang tahu bahwa semua umat Kristiani adalah umat pilihan Allah yang dipersatukan dalam Darah Jesus Kristus
Apabila artikel yang kami buat berjudul Tentang Jemaat (analogi dengan kayu bekas yang dikumpulkan untuk mendirikan sebuah bangunan baru), dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Agar semua orang tahu bahwa semua umat Kristiani adalah umat pilihan Allah yang dipersatukan dalam Darah Jesus Kristus


