Total Tayangan Halaman

Buta Namun Melihat

Gangguan penglihatan serius seperti kebutaan atau buta dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti misalnya penyakit dan kecelakaan. Hal ini bisa mempengaruhi saraf optic, mata, maupun otak. Saat ini terdapat banyak orang matanya sehat secara fisik, namun nyatanya buta secara rohani. Hingga orang – orang ini pun tak mampu melihat karya karya dari Tuhan yang ajaib di sekitar mereka. Hal yang sama juga rupanya telah dialami oleh banyak orang Farisi. Ketika berhadapan dengan orang yang buta sejak lahir, namun dengan keajabain Tuhan Jesus orang ini dapat disembuhkan. Kisah ini terdapat di dalam Alkitab Perjanjian Baru, Injil Yohanes pasalnya yang ke 9 ayatnya yang ke 1 sampai dengan 41.
Orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Jesus ini, setelah mengenal bahwa Jesus adalah Mesias sang Anak Manusia, segeralah orang buta ini sujud menyembah kepada-Nya. Dia bahkan menjadi percaya dan mengikut Jesus. Dia yang sedari lahir buta, namun memiliki mata rohani yang peka yang mampu melihat karya karya ajaib Tuhan Jesus. Ketahuilah bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam nama Jesus Kristus ini bukan hanya mampu menyembuhkan mata orang buta, bukan hanya dapat membangkitkan orang lumpuh, bahkan lebih daripada itu, Ia juga mampu untuk menyembuhkan hati seseorang. Hati yang sekarang melihat dan percaya bahwa Jesus adalah Sang Mesias. Mereka tidak tahu bila Sang Mesias ini datang untuk memanggil domba – domba Israel. Sang Mesias datang bukan untuk menghakimi mereka yang berdosa. Di dalam kedatangan-Nya ini, Dia datang untuk memanggil orang – orang berdosa. Kita harus menyadari bila sebagai manusia biasa, kita memerlukan Sang Juruselamat. Dan bila cermati Injil Yohanes ini, di bagian akhir pasal yang ke 9 ini, ada sesuatu ironi yang terjadi, yang menarik untuk kita telaah. Bahwa Jesus datang untuk memberikan penglihatan bagi orang buta secara fisik. Namun di lain hal, Tuhan Jesus juga datang membuat buta orang yang merasa benar melihat (merasa benar).
Orang – orang buta ini sering kali dianggap sebagai orang berdosa. Namun, orang – orang ini sadar betapa besar dosa mereka dan betapa besar mereka memerlukan Kristus Jesus. Akan tetapi, beda halnya dengan orang – orang yang mampu melihat, atau merasa melihat. Orang – Orang yang semacam ini (yang merasa melihat) merupakan orang yang buta secara rohani, kerohaniannya kering, hanyalah sebatas rutinitas aktivitas bergereja semata. Mereka tidak sadar bahwa dengan keadaan rohani seperti ini, sebenarnya mereka buta dan terkurung di dalam dosa.

Dengan demikian apa yang telah menjadi pelajaran berharga bagi kita?

1. Kebenaran dan Karya Allah yang ajaib telah dinyatakan melalui orang buta itu. Karenanya si buta itu percaya bahwa ia telah mengalami sesuatu yang dahsyat yang terjadi didalam hidupnya. Hanya orang – orang yang menyadari kebutaannya, yang dapat melihat kebenaran. Hanya orang – orang yang menyadari kelemahannya sendiri yang akan menjadi kuat. Hanyalah orang – orang yang menyadari akan dosa – dosanya bisa mendapat pengampunan dari Tuhan.

2. orang yang buta secara rohani akan menjalani kehidupannya berdasarkan rasa takut pada Manusia. Sementara orang yang melek secara rohani akan menjalani kehidupannya pada takut akan Tuhan. Awalnya pengemis itu buta secara rohani akan tetapi, ketika ia membuka hati di hadapan Tuhan Jesus kini mata dan hatinya kemudian dibukakan oleh Tuhan. Mengapa karena ia mau mendengarkan firman Tuhan, ia mempercayainya, ia taat dan pada akhirnya ia mengalami kasih karunia Allah. Sangat berbeda dengan orang – orang farisi, secara jasmani mereka dapat melihat, akan tetapi mereka buta secara rohani, mereka melihat penyembuhan itu dengan antipati. Orang – Orang farisi yang telah melihat kebesaran Tuhan Jesus bahwa bisa menyembuhkan kebutaan ini, seakan orang farisi tersebut tak mau menerima. Justru mereka mencari celah, dan mencari kesalahan Tuhan Jesus. Adapun proses penyembuhan ini dilakukan oleh Tuhan Jesus di hari Sabat. Yang mana orang farisi ini dikenal taat pada hari Sabat. Ketika hari Sabat tiba, maka semua umat dilarang untuk bekerja. Dan proses penyembuhan kebutaan ini dilakukan oleh Tuhan Jesus dengan cara meludah di tanah dan kemudian mengaduk – aduknnya, lalu adukan tadi di olesi kemata si buta. Proses semacam inilah yang dimaksud oleh orang farisi dalam kategori bekerja. Orang farisi ini adalah cerminan orang yang buta secara rohani. Bagaimana tidak, mereka tak mau melihat karya ajaib Tuhan. Hanya karena proses penyembuhan dilakukan di hari Sabat, membuat orang farisi tersebut menjadi buta secara mata rohani.



Renungan Hari Ini : Oleh karena itu, marilah kita saudara saudara seiman, tetap terus menjaga mata rohani kita. Janganlah kita buta secara mata rohani sehingga tak dapat mampu melihat karya karya ajaib dari Tuhan Jesus.

Demikianlah Renungan Harian Kristiani mengenai hal Buta Namun Melihat yang dapat kami bagi kali ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengakses situs blog ini. Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian ke blog ini. Apabila artikel yang kami buat berjudul Buta Namun Melihat dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Terima Kasih, Kiranya Kasih dan Damai Tuhan Allah Bapa, Tuhan Jesus Kristus, serta Roh Kudus kiranya selalu menyertai kita semua. Gbu.

Di Dalam Tuhan Kita Kuat


Secara jasmani kita akan menjadi takut dan lemah apabila meilhat keadaan dunia yang sungguh tak menentu ini. Banyak berbagai macam bencana terjadi dimana – mana, yang mana tidak dapat diprediksi kapan bencana tersebut akan datang. Selain itu banyak juga terjadi perang antar saudara sebangsa, dan juga tindakan anarkis lainnya yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Yang mana hal ini sering kali kita lihat di beritakan di berbagai media.


Setiap dari kita sebagai umat kristiani haruslah sadar bahwa di masa ini kita berada dalam masa yang sukar. Namun sebagai anak – anak Tuhan kita tidaklah boleh berkecil hati, maupun menciutkan nyali. Namun sebaliknya, justru kita harus semakin melekatkan dan mendekatkan diri kita kepada Tuhan Jesus Kristus. Di dalam Alkitab Perjajian Lama, Kitab Mazmur pasalnya yang  ke 84 ayatnya yang  ke 6 – 8, disebutkan bahwa kita Manusia haruslah berbahagia bila kekuatan kita ada di dalam Tuhan. Bayangkan saja ayat ini begitu hebat menguatkan iman Kristiani kita. Bahwa di pasal kitab Mazmur tersebut disebutkan bila melintasi alam baka, mereka akan membuatnya menjadi tempat bermata air. Dan bahkan hujan di awal musim menyelubunginya menjadi berkat.
Kita sebagai umat Kristiani yang percaya pada Tuhan Jesus Kristus, dapat melewati masa masa sulit apabila kita mengandalkan Tuhan senatiasa dalam segala hal. Bisa kita lihat, bahwa orang yang mengandalkan Tuhan, hidupnya semakin hari tak akan semakin lemah, malahan justru bertambah kuat dari hari ke hari. Bisa kita baca dan lihat dalam Perjanian Baru Kitab 2 Timotius pasalnya yang ke 1 ayatnya yang ke 7, bahwa kitab ini menyatakan bahwa Tuhan Allah bukan memberikan roh ketakutan pada kita, melainkan roh yang dapat membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Selain itu di kitab Efesus 6 ayatnya yang ke 11 dikatakan bahwa kita harus mengenakan semua perlengkapan senjata Allah untuk dapat bertahan dan melawan tipu muslihat iblis. Apa itu senjata Allah? Yang dimaksud dengan senjata Allah adalah firman Tuhan itu sendiri. Kita harus makan manna Sorgawi, yakni firman Tuhan ini setiap hari, sehingga tubuh rohani kita semakin bertambah kuat dan bertumbuh.
Firman Tuhan akan dapat kita perole apabila setiap dari kita dapat membangun suatu hubungan yang akrab dengan Tuhan secara pribadi setiap waktunya. Sunggulah benar apabila Daud berkata, lebih baik satu hari berada di pelataran-Nya daripada dibandingkan seribu hari berada di tempat lain, lebih baik berada di amabang pintu rumah Tuhan Allah daripada kita berada berdiam diri di perkemahan orang fasik. Itulah kunci kekuatan kita di dalam Tuhan.

Renungan Hari Ini : Oleh sebab itu, marilah kita semua saudara saudara seiman, untuk tetap terus senantiasa membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan Allah kita. Sebab kekuatan yang kita dapatkan untuk menjalani kehidupan ini adalah berasal dari Firman Tuhan. Tetaplah terus untuk membaca Firman Tuhan setiap hari, agar dalam menjalani kehidupan ini kita tetap kuat bersama Allah.

Demikianlah Renungan Harian Kristiani mengenai hal Di Dalam Tuhan Kita Kuat yang dapat kami bagi kali ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengakses situs blog ini. Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian ke blog ini. Apabila artikel yang kami buat berjudul Di Dalam Tuhan Kita Kuat dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Terima Kasih, Kiranya Kasih dan Damai Tuhan Allah Bapa, Tuhan Jesus Kristus, serta Roh Kudus kiranya selalu menyertai kita semua. Gbu.

Bersama Allah Akan Mendatangkan Kebaikan


Sering kali dalam kehidupan kita, timbul suatu masalah yang tak pernah diduga. Secara tiba – tiba masalah tersebut datang dalam kehidupan kita. Terkadang masalah ini di luar dari perkiraan atau juga prediksi kita. Dan tak sedikit pula dari kita manusia menyalahkan orang yang berada di sekeliling kita atas masalah yang sedang menimpa kita ini. Hingga kita pun menyalahkan keadaan dan banyak pula dari antara kita yang berputus asa.
Namun ingatlah, apa yang telah dikatakan Firman Tuhan, sebab Tuhan Allah selalu senantiasa bekerja dalam segala sesuatu di kehidupan kita untuk mendatangkan segala kebaikan. Setiap orang yang mengasihi Tuhan Allah, akan senantiasa dijaga oleh Allah. Dan ketahuilah rencana Allah itu adalah baik adanya. (bacaan untuk ayat ini bisa kita lihat, dalam kitab Perjanjian Baru, Roma pasalnya yang ke 8 ayatnya ke 28).
Bersama Allah Akan Mendatangkan Kebaikan dewasarohani.blogspot.co.id
Paling tidak ada dua syarat maupun kondisi yang harus kita penuhi agar kita bisa melihat bahwa Tuhan Allah senantiasa turut bekerja di setiap perkara yang sedang menimpa kita, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita umat – Nya. Dalam Alkitab Perjanjian Baru (Roma 8 : 28 a) ditujuksn kepada “bagi mereka (atau setiap orang) yang mengasihi Dia. Kata mengasihi ini berkaitan erat dengan kesetiaan. Apabila anda benar – benar mengasihi seseorang tentunya anda akan berlaku setia dengannya meski apapun yang tengah dihadapi dan terjadi.

Di saat persoalan hidup datang menimpa kita, entah itu menyangkut bisnis, keuangan, keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan yang sedang kita hadapi, pertama apa yang menjadi respon dan tanggapan kita kepada Tuhan. Apakita tetap mengasihi Dia? Sering kali kita putus asa dan marah (diam), tak mau lagi ke Gereja, Berdoa, seakan kita mulai tak percaya. Disinalh kita dilihat. Apakah kita tetap setia dan senantiasa percaya bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan kita, disaat semuanya diijinkan terjadi dalam hidup kita, dan tak meninggalkan Tuhan.
Mengatasi Problem Bersama Allah dewasarohani.blogspot.co.id
Kondisi yang kedua. Janji Allah tersebut ditujukan pada orang – orang (mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana –Nya). Orang yang hidup dalam rencana Tuhan adalah orang yang tak akan ernah goyah sekalipun keuangan, bisnis mereka hancur, sekalipun persoalan rumah tangga tak kunjung selesai, atau juga pelayanan yang mereka lakukan taka da perubahan. Dia tetap percaya dan tetap menjalani dengan Iman, bukan malah justru menjauhi pelayanan. Dia akan tetap berusaha dan tetap bekerja, karena dia percaya bahwa Tuhan Allah sanggup menjadikan keadaan yang menurut kita buruk, akan menjadi sesuatu yang baik. Karena segala sesuatnya kita mau diajak oleh Tuhan bekerja bersama –  sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua. Dalam setiap karya yang Tuhan kerjakan marilah kita melihatnya seperti ini :

  1. Allah tidak pernah bekerja dengan menggunakan jalan pintas. Bagi Tuhan Allah proses lebih terpenting dari pada jawaban doa yang kita panjatkan. Seringkali dalam segala – segalanya kita mau cepat selesai dan serba instant. Tetapi Tuhan mau agar kita menjalani prosesnya dengan penuh kesabaran. Karena Tuhan tahu kita mampu kalau kita percaya.
     
  2. Tuhan Allah mau memakai setiap potensi yang kita punyai. Tuhan tidak akan pernah memberikan yang terbaik kepada orang yang malas dan tidak mau bekerja. Jadi jangan pernah bermimpi bahwa kita akan mendapatkan yang terbaik dari Tuhan untuk masa depan kita, apabila kita tidak mau bekerja dan bersantai – santai di rumah. Benar bahwa Tuhan Allah akan menyediakan berkat bagi kita semua, akan tetapi berkat terbaik akan kita dapatkan jika kita mau selalu berjalan bersama Tuhan, mengahadapi segala sesuatu bersama Dia, dan mengusahakan segala sesuatu bersamanya.

FOKUS dewasarohani.blogspot.co.id
Renungan Hari Ini : Oleh sebab itu, marilah semua saudara saudara seiman, jangan pernah berhenti dari focus anda, sekalipun banyak hal yang tidak kita inginkan atau rencanakan terjadi dalam hidup kita. Tuhan sedang memproses kita dan Tuhan mau kita tetap berjalan dan tidak kehilangan focus dan janji – Nya dalam hidup kita ini, karena Dia yang memberikan Janji – Nya itu SETIA. Amen.
Terima Kasih, Kiranya Kasih dan Damai Tuhan Allah Bapa, Tuhan Jesus Kristus, serta Roh Kudus kiranya selalu menyertai kita semua. Gbu.

Tentang Jemaat (analogi dengan kayu bekas yang dikumpulkan untuk mendirikan sebuah bangunan baru)

Bagi kebanyakan orang, mungkin kayu – kayu bekas adalah sesuatu yang tak berharga. Namun tidak bagi pemuda bernama Monang ini. Ia melihat bahwa kayu – kayu bekas adalah sesuatu yang masih bermanfaat dan berharga. Dalam pandangan matanya ia mengetahui bahwa meski tergolong bekas, namun kayu tersebut masih bisa dipergunakan. Akhirnya ia pun membuat suatu planning sederhana namun terukur.


Ia pun mengambil batang – batang kayu bekas dari sebuah rumah (tempat pengeringan jagung). Yang mana kayu ini memang sudah lama terbengkalai dan tak dipakai lagi oleh pemilikinya. Satu per satu batang –batang kayu itu ia kumpulkan. Kemudian ia mengambil kapak milik kakeknya, lalu menebangi beberapa pohon dari hutan (ladang) milik kepunyaannya sendiri. Setelah berhasil ditebang, ia pun kemudian memotongnya menjadi empat persegi. Dengan semangat dan kerja keras, serta bermodalkan kapak milik kakeknya, ia memotong kayu yang berasal dari ladangnya tersebut. Kemudian tak lupa ia kumpulkan semua kayu yang telah dipotongnya tadi. Baik kayu tua maupun kayu baru ia susun rapih satu persatu.


Alhasil dengan tekad yang dimiliki olehnya, ia pun berhasil membangun sebuah penginapan (pondok). Hanya dengan bermodalkan batang kayu bekas, dan juga pohon milikinya sendiri ia mampu mendirikan sebuah bangunan (penginapan). Kini bangunan – bangunan tersebut diajdikannya sebagai resort (villa). Dimana villa tersebut dinamakan olehnya Monang Village. Selain disewakan vila tersebut juga merupakan tempat berkumpulnya para anggota keluarganya kala natal tiba dan juga pergantian tahun (malam tahun baru).

Di kitab Perjanjian Baru, Rasul Paulus menyampaikan pada jemaat di Efesus, bahwa Tuhan Jesus mendirikan sebuah bangunan baru untuk menyatukan orang percaya, baik orang tersebut yang berasal dari Yahudi maupun non Yahudi. Rasul Paulus juga menyampaikan bahwa bagaimana cara cara Tuhan Jesus mendirikan bangunan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dalam surat Rasul Paulus yang tertera di Kitab Efesus Pasal 2 ayatnya yang ke 13, yang berbunyi demikian : “sekarang di dalam KristusYesus kamu, yang dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.

Mengenai hal pekerjaan pembangunan ini, masih tetap terus berlangsung sampai dengan sekarang. Tuhan Allah telah mengangkat kehidupan kita yang terpuruk di masa lalu, kemudian dengan ke Ahlian – Nya, Ia memadukan kita dengan orang yang terpuruk lainnya dan juga telah diselamatkan oleh Darah Tuhan Jesus Kristus. Maka dari itu kita yang sudah diselamatkan harus bisa mengikis segala sifat dan perlakuan buruk kita, serta juga mengerjakan segala sesuatu  pekerjaan dengan penuh sukacita.

Renungan Hari Ini : Melihat analogi tentang kayu bekas diatas, kita bisa mengetahui bahwa kayu bekas tersebut, ada fungsi dan kegunaan bila dipersatukan, sehingga menjadi sebuah bangunan yang layak tinggal dan di tempati. Demikian juga halnya dengan kita umat Kristiani. Tuhan Allah mempersatukan kita, sebagai manusia beragama kristen yang mengaku dan percaya kepada Jesus Kristus. Tak peduli bagaimana masa lalumu. Seperti halnya kayu bekas tadi, sesuatu yang dipandang tidak berguna, namun bila disatukan akan menjadi bangunan indah. Kita Umat Kristen dipersatukan dalam suatu Jemaat dimana pun kita berkumpul dan beribadah. Oleh sebab itu, kita harus mengikis segala perlakuan buruk dan keinginan daging kita, demi memancarkan pribadi, citra, dan karakteristik sebagai Anak Terang.
Apabila artikel yang kami buat berjudul Tentang Jemaat (analogi dengan kayu bekas yang dikumpulkan untuk mendirikan sebuah bangunan baru), dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Agar semua orang tahu bahwa semua umat Kristiani adalah umat pilihan Allah yang dipersatukan dalam Darah Jesus Kristus

Jangan Pernah Merasa Tidak Berarti

Kita berada diantara kira – kira delapan sampai sembilan milyar banyaknya manusa lain yang juga hidup bersama – sama di atas bumi sebuah planet indah yang Tuhan ciptakan ini. Bumi ini sendiri merupaka sebuah planet yang berukuran kecil dari tata surya lainnya. Pada nyatanya bumi hanya berupa satu titik berwarna biru yang berukuran kecil di antara benda angkasa lain yang telah Tuhan Allah ciptakan. Alam semesta yang begitu indah ini, bumi kita yang megah dan gemerlap akan warna – warni dunia ini hanya terlihat bagaikan debu kecil.

Apabila kita melihat kenyataan akan keberadaan bumi tempat kita berpijak ini, membuat kita sebagai manusia bagaikan tidak berharga. Meski demikian kita harus tetap mengingat akan firman Allah, yang mengatakan bahwa “telah menempatkan setiap orang di planet bumi ini sebagai pribadi yang amat berharga, karena diciptakan menurut gambar – Nya.” (sumber). Sepenggal nats diatas ini tertulis dalam kitab Yesaya pasalnya yang ke 40 ayat ke 12. 

 Di dalam kitab Perjanjian Baru, 1 Timotius pasal 6, ayatnya yang ke 17 - 19 berbunyi demikian Misalnya Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk kita nikmati. Bila kita melihat kedua nats dan bunyi diatas, kita sebagai manusia harus bisa bersyukur karena segala yang Tuhan Allah ciptakan adalah sesuatu yang untuk kita nikmati, dan juga manusia merupakan mahluk pribadi yang amat berharga di mata Allah.

Dalam kitab Efesus pasal 2 ayat ke 10 , menyatakan bahwa Selain itu, bagi semua orang yang telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Allah telah menetapkan tujuan hidupnya. Jadi kita sebagai manusia (umat kristiani) yang notabene beriman pada Jesus Kristus, harus percaya bahwa Tuhan Allah telah menetapkan tujuan hidup, bagi semua orang yang percaya bahwa Jesus adalah Juruselamat. Oleh sebab itu kita harus senantiasa bersyukur atas segala apa yang terjadi dalam kehidupan kita.

Renungan Hari Ini : Sudahkah kita sebagai umat kristiani, senantiasa bersyukur atas apapun yang terjadi menimpa di kehidupan ini? Ingatlah dan Renungkanlah kitab Mazmur pasal 139: 7 – 16. Dalam kitab tersebut kita diajarkan untuk bersyukur pada Tuhan Allah, sebab apapun yang terjadi adalah sebuah kejadian yang ajaib dan dahsyat. Jadi bagaimana pun bentuk rupa wajahmu, baik hitam, putih dan lainnya kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah. Jangan pernah kita merasa tak berarti di dunia ini. Sebab kita adalah umat pilihan yang amat berharga di mata Allah. Syukuri segala apapun yang ada di dalam hidup kita, niscaya Tuhan akan memberikan berkat – berkat yang lainnya.

Jalan Terang Kristus Illahi Menyinari Gelapnya Dunia

Suatu ketika seorang pemuda pergi berjalan – jalan ke sebuah Negara. Dimana menurut kebanyakan orang yang sudah mengunjungi negara ini bahwa terdapat banyak sekali pegunungan. Dalam perjalanannya mengelilingi negara ini, pemuda tersebut dipandu oleh seorang tour guide (pemandu wisata).

Sampailah mereka ke sebuah pegunungan yang menurut pemandu wisata ini, terdapat sebuah gua yang kedalamannya hampir kurang lebih 16 km. Pemuda tersebut pun takjub ketika melihat bahwa banyak sekali hewan beterbangan di gua ini. Hewan – hewan ini adalah jenis mamalia nocturnal, bernama kelelawar. Selain itu terdapat pula spesies burung malam. Namun seiring berjalan mengitari gua tersebut, pemuda ini merasakan ketakukan yang amat dahsyat. Suasana gelap gulita yang mencekam membuatnya pun semakin merasa takut. Namun beruntungnya saat kembali ke dalam mulut gua, ia menemukan cahaya terang menyinari.


Dari ilustrasi singkat cerita diatas, bisa kita lihat bahwa pentingnya sebuah cahaya yang menerangi kegelapan. Serta menjadi pengingat bagi kita semua bahwasannya gelap itu menakutkan, sehingga kita pun membutuhkan cahaya untuk menerangi.

Kita semua yang hidup di muka bumi ini, menyadari bahwa dunia ini diselimuti oleh kegelapan dosa. Dimana dosa ini bisa juga berupa menentang pencipta – Nya. Sehingga kita sebagai insani manusia biasa, memerlukan terang.

Jesus datang ke dunia ini untuk memulihkan segala ciptaan termasuk juga manusia. Sehingga rupa Allah berinkarnasi menjadi wujud manusia. Dalam kitab perjanjian baru disebutkan bahwa Aku Telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada – Ku, jangan tinggal dalam kegelapan (sumber). Nats ayat renungan ini terdapat dalam kitab Injil Johanes Pasal 12 ayatnya yang ke 46.




Maka dari itu kita sebagai umat kristiani, yang percaya dan mengaku bahwa Tuhan Jesus adalah Juruselamat harus mempercayai bahwa ia adalah terang keselamatan yang menerangi kegelapan. Dan Tuhan Jesus juga adalah satu –satunya terang yang menuntun kita ke jalan yang harus kita tempuh, sebab jalan – Nya merupakan terang di tengah gelapnya dunia ini.


Renungan Hari Ini : Sudahkah kita sebagai umat kristiani, menjalani kehidupan ini sesuai dengan Jalan  Terang  - Nya ? Sebagaimana Jalan yang dikehendaki oleh – Nya? Dan Bagaimana kita melihat terang Allah yang terpancar di dunia yang berdosa ini? Serta bagaimana cara kita sebagai umat kristiani meneruskan terang – Nya kepada sesama umat manusia?

Demikianlah Renungan Harian Kristiani tentang Jalan Terang Kristus Illahi Menyinari Gelapnya Dunia yang dapat kami bagi kali ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengakses situs blog kami ini. Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian ke blog ini. Apabila artikel yang kami buat berjudul Jalan Terang Kristus Illahi Menyinari Gelapnya Dunia, dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Agar semua orang tahu bahwa Jalan  Kristus adalah terang yang hidup yang mampu menyinari gelapnya dunia ini.

Tenanglah Bapa di Sorga Akan Senantiasa Bersama Menemani

Seorang pemudi yang sedang mengalami kesepian dan sendiri, berjuang untuk mengatasi rasa sepinya. Ia pun lantas kemudian menuliskan sebuah status di halaman facebook milik akun pribadinya. Yang mana status pemudi tersebut berbunyi demikian “ Aku merasa sendiri bukanlah karena sebab aku tak memiliki teman. Teman yang kumiliki ada banyak. Aku memiliki banyak sekali kawan yang bisa berbicara denganku, memelukku, mengutkanku kala lemah, care padaku, atau juga dapat memikirkanku. Namun hanya saja, semua kawanku tentunya tak selalu bersamaku di setiap waktu dan setiap saat ada bersamaku.


Bila kita membaca Alkitab kita, tentunya kita mengetahui bahwa Tuhan Jesus Kristus sempat mengalami rasa kesepian. Saya pun kemudian membayangkan, bila di sepanjang waktu pelayanan pengInjilan – Nya di bumi ini, IA sempat melihat rasa kesepian yang dialami oleh para penyakit sampar atau kusta, dan mendengarkan orang buta yang berseru pada – Nya. Akan tetapi dari semua itu, ia sempat mengalami kesepian dimana para murid – muridnya pergi meninggalkan Dia.

Walau demikian, ketika para muridnya meninggalkan – Nya, Tuhan Jesus menegaskan keyakinan –Nya bahwa Allah Bapa akan selalu hadir. Lalu Tuhan Jesus pun berkata pada para muridnya tersebut, “Kamu Meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku (sumber). Mengenai hal ini tertulis dalam Kitab Injil Yohanes pasalnya yang ke 16 ayat ke 32. Tidak lama berselang setelah Tuhan Jesus mengatakan hal tersebut, Dia memikul salib demi kita semua umat –Nya. Bahwa wafat - Nya memberi kemungkinan pada kita semua untuk dapat memiliki hubungan yang dipulihkan dengan Allah Bapa untuk menjadi bagian dari anggota keluarga – Nya.
Sebagai manusia insani biasa, kita tentunya akan pernah mengalami sebuah hal kesepian seperti itu. Namun karena Tuhan Jesus menolong kita, maka kita menjadi mengerti bahwa Allah Bapa akan selalu hadir di tengah –tengah kita bersama dengan kita. Dia adalah Allah yang kekal dan Mahaada. Sebab hanya Dialah yang selalu ada menyertai kita semua di setiap waktu untuk sampai selama – lamanya. Amen.

Renungan Hari Ini : Ketahuilah bila Bapamu yang di Sorga pasti senantiasa selalu ada bersamamu. Baik itu dalam kondisi apapun sekalipun terpuruk. Tenanglah bila dalam suasana yang sepi, sebab Kasih Allah Bapa akan selalu menyertai kita semua.


Demikianlah Renungan Harian Kristiani mengenai hal Tenanglah Bapa di Sorga Akan Senantiasa Bersama Menemani, yang dapat kami bagi kali ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengakses situs blog ini. Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian ke blog ini. Apabila artikel yang kami buat berjudul Tenanglah Bapa di Sorga Akan Senantiasa Bersama Menemani, dirasa bermanfaat, silahkan bagikan dan share kepada yang membutuhkan. Agar semua orang tahu bahwa semua umat Kristiani adalah umat pilihan Allah yang dikasihi – Nya. Ia Allah yang akan selalu ada dan hadir untuk kita semua