Total Tayangan Halaman

Sang Pemilik Kebahagian Sejati

Semua orang yang hidup di dunia ini tentunya ingin sekali mendambakan kehidupan yang berbahgia. Namun kriteria atau ukuran kebahagiaan itu dari setiap orang tentunya berbeda-beda. Ada seseorang yang mengukur kebahagiaan dari memiliki harta/materi yang banyak (bahagia diukur dari status kepemilikan), namun tak sedikit juga orang yang mengukurnya dari pencapaian sesuatu.


Tuhan Jesus Kristus sendiri telah mengajarkan kepada kita umat-Nya tentang pencapaian kebahagiaan. Namun Jalan dan Kriteria serta Ukuran Tuhan Jesus sangatlah berbeda dengan kriteria dunia pada umumnya. Alkitab sendiri juga membahas mengenai hal kebahagiaan ini. Tercatat bahwa dalam Kitab Injil Matius pasalnya yang ke 5 ayat 1 sampai dengan 12. Dimana di Injil ini terlihat jelas bahwa kekhasan kriteria yang dimiliki oleh Tuhan Jesus tentang kebahagiaan.

Sebagian banyak dari kita menganggap bahwa yang memiliki kebahagiaan adalah orang yang memiliki banyak kemampuan di hadapan Allah atau orang yang begitu unggul dalam hal rohani. Akan tetapi Alkitab mencatat bahwa Tuhan Jesus berkata bahwa “ Berbahagialah mereka yang miskin dihadapan Allah…(untuk selengkapnya silahkan buka Alkitab Injil Matius 5 ayat ke 3).



Tak sedikit juga orang yang mengukur kebahagiaan dari Uang yang dimiliki. Semakin banyak uang yang dihasilkan tentunya akan berbahagia. Kita mengira bahwa uang adalah akar dari kebahagiaan, sehingga banyak kita lihat bahwa banyak manusia yang menghabiskan waktunya untuk mencari uang. Padahal bila kita lihat Alkitab, dikatakan bahwa uang adalah sumber atau akar dari suatu kejahatan (mengenai hal ini bisa kita lihat di Kitab 1 Timotius Pasal 6 ayat ke 10).



Ada juga pula orang yang mengira bahwa mereka yang memiliki kebahagiaan adalah orang yang tertawa lebar, namun bila kita lihat perkataan Tuhan Jesus di Injil Matius pasal 5 ayat ke 4 bahwa “ Berbahagialah mereka yang berdukacita……dst (untuk selengkapnya silahkan baca Alkitab Injil Mat 5 ayat ke 4). Demikian pula ayat-ayat selanjutnya yang terdapat di Injil Matius.

Namun bila kita melihat ayat ke 8 di Kitab Injil Matius 5 ini, ada hal yang menarik untuk kita simak. Dikatakan dalam ayat tersebut bahwa “Berbahagialah mereka orang-orang yang suci hatinya……dst (selengkapnya baca Alkitab Injil Mat 5 ayat yang ke 8). Dari ayat tersebut bisa kita lihat bahwa orang yang berbahagia menurut Tuhan Jesus adalah orang yang memiliki hati yang bersih dan suci hati.


Bersih di sini diartikan sebagai tidak tercemar atau juga tak dikotori. Bersih juga mengandung arti tulus, polos atau murni. Kita memang selalu ingin tampak bersih. Misalnya saja, dalam keseharian, kita selalu menginginkan tampilan dengan wajah yang bersih, pakaian bersih. Dalam hal mengkonsumsi makanan pun sering kali kita ingin menggunakan piring bersih, makanan yang bersih, sendok yang bersih, garpu yang bersih dan lain-lain. Selalu saja kita ingin terlihat bersih sebab itu kita membersihkan yang kelihatan. Harus kita ketahui yang kita lihat itu hanyalah bagian luar saja atau dengan kata lain yang terlihat bersih oleh kita adalah bagian luar saja.


Oleh karena itu kita harus mengingat bahwa haruslah juga merawa atau membersihkan yang tak kelihatan juga. Apa itu? Yakni hati kita sendiri. Lalu apa makna dari membersihkan hati. Faedah dari hati yang bersih yakni kita dapat melihat Allah (Baca Kitab Matius Pasal 5 ayat ke 8). Berkat hati yang bersih kita dapat melihat Tuhan Allah, sebab segala sesuatu yang ia lakukan tanpa lain karena Tuhan Allah dan untuk Allah, tanpa untuk kepentingan-kepentingan sendiri.

Apabila kita melihat orang-orang yang melakukan segala sesuatu hal tanpa ketulusan hati, sering kali orang-orang tersebut mengalami kekecewaan, dan ketidaktentraman dalam hatinya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »