![]() |
| Mengalah Bukan Berarti Kalah |
Selain itu dalam khotbanya juga ia menyatakan kepada setiap umat krsiten agar tidak menyimpan dendam . Bukan hanya itu saja Ia juga mengajarkan pula bahwa janganlah kita membalas dendam, ataupun berlaku (bertingkah laku/ berbuat) hal yang sama, seperti mereka yang telah bertindak jahat terhadap kita. Namun sebaliknya, Tuhan Jesus mengajarkan bahwa kita harus mau melakukan yang jauh melebihi mereka dengan cara mengampuni (Baca dan lihat kitab Amsal pasal 20 ayat 22; dan kitab Roma pasal 12:7).
![]() |
| Kitab Amsal 20;22 |
Dalam pengajaranNya, Tuhan Yesus menyebutkan tiga hal terpenting untuk menunjukkan sikap kesabaran yang harus dimiliki oleh seorang Kristen terhadap kejahatan-kejahatan yang mereka terima di dunia ini. Ke tiga hal itu yakni sebagai berikut ini:
(Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai umat Kristen siap untuk menanggung lebih);
Tamparan pada pipi, bukan hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi suatu pelecehan dan penghinaan ( lihat perjanjian baru 2 Kor. 11:20). Yesus menganjurkan bahwa jika seseorang itu mengalami hal dilecehkan, dihina dan atau juga disakiti maka bersiaplah untuk menerima tamparan berikutnya lagi, dan haruslah kita sudah sepatutnya unutk menanggung semuanya itu dengan sabar. Seseorang umat Kristen yang percaya tidak diperkenankan untuk melakukan pembalasan atau membalas kejahatan dengan perbuatan kasar. Sebab kita harus mengetahui bahwa perlawanan hanya akan membuat keadaan menjadi semakin keruh/kompleks
(Baca kitab Amsal 25:22). Ganti rugi yang kita terima adalah dari Kristus itu sendiri, di mana suatu penghinaan yang kita dapatkan tadi akan dibalaskan dengan kemuliaan kekal jika kita mau menanggungnya dengan ketulusan, sukacita dan sikap yang sabar.
![]() |
| Ilustrasi Memberikan Jubah |
Berikanlah jubahmu (Menunjukkan suatu sikap yang siap untuk lebih mengalah) :
Dahulu kala di Negara Israel dalam Penanganan hukum disediakan oleh negara untuk menuntut hak dan keadilan. Biasanya hal ini dimanfaarkan atau dilakukan terhadap kerugian yang menimbulkan suatu kerugian yang amat besar. Namun sayangnya kala itu, Walaupun para hakim dalam sebuah pengadilan sudah berlaku adil, masih ada kesempatan untuk orang-orang jahat menggunakan hukum untuk menindas orang lain dan mengenai hal ini pun sudah sejak lama terjadi (baca perjanjian lama Pengkhotbah 5:7).
Yang mau dimaksud dalam ilustrasi kejadian ini adalah daripada menggunakan jalur hukum untuk menuntut balas dendam, dan bersusah payah mempertahanka kebenaran sendiri, adalah Jauh ebih penting dan lebih baik mengalah untuk perdamaian, jika kita tidak bisa merebut apa yang menjadi hak kita dengan cara yang adil, lebih baik kita biarkan orang yang berbuat jahat tersebut mengambilnya.
Berjalan sejauh 2 mil (menunjukkan suatu sikap untuk siap melayani Lebih):
Hal ketiga yang diajarkan Yesus Kriistus dalam ilustrasinya adalah mengenai lebih baik melayani dari pada dilayani. Jangan pernah kita memikirkan kerugian kecil dan jangan pernah mempermasalahkannya. Kita harus bisa siap memberi kepada orang yang meminta kepada kita, dengan sewajarnya (lihat Mazmur 112:5), supaya jangan kita memberikannya kepada orang yang malas dan tidak Jayak menerimanya. Kita harus memberikan kepada orang yang membutuhkannya dan memang layak menerimanya. Dan kita juga harus siap memberiikan kepada orang yang meminjam kepada kita.
Pinjaman yang layak kepada orang yang mau berusaha, jadilah orang yang mudah ditemui oleh dia yang mau meminjam walaupun ia merasa malu dan kurang percaya diri untuk menyampaikan masalahnya dan meminta pertolongan, kita harus bisa menawarkan kebaikan kepada setiap orang yang membutuhkan kebaikan itu dari kita. Kita harus siap siaga dalam segala perbuatan baik, sambutlah mereka yang lemah, bahkan yang menyakiti kita, karena Allah pun akan menya mbut kita dengan berkat berlimpah ruah, Amen.

















































